I. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan.
Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu
pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan
istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi
oleh suatu paradigma.
Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa
yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Istilah
paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu
pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum,
sosial dan ekonomi.
Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka
pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur,
parameter, arah dan tujuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu
itu dijadikan sebagai kerangka, acuan, tolok ukur, parameter, arah, dan
tujuan dari sebuah kegiatan.
Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam
melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai
paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi
dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional
yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas
pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar
negara dan ideologi nasional.
Senin, 24 Juni 2013
pancasila sebagai dasar negara
[Sejarah] Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara
Ideologi dan dasar negara kita adalah
Pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila. Kelima sila itu adalah:
Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusayawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Untuk mengetahui latar belakang atau sejarah Pancasila
dijadikan ideologi atau dasar negara coba baca teks Proklamasi berikut
ini.
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram, Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram, Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
pengadaaan pakan pada ternak
macam penyakit pada ternak
JENIS-JENIS PENYAKIT HEWAN TERNAK
1. Penyakit Antraks
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit antraks tergolong berbahaya dan mematikan. Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung sentuhan kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Penyakit ini bisa menyerang semua sapi dari berbagai tingkatan umur dan bisa menular kepada manusia.
Serangan antraks ditandai dengan demam tinggi; badan lemah dan gemetar; pernapasan terganggu; terjadi pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin; badan dipenuhi bisul; keluar darah berwarna merah kehitaman melalui hidung,telinga, mulut, anus, dan vagina; kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; serta limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
Pencegahan penyakit dilakukan dengan memberikan vaksin spora (Max Sterne) dosis 1 ml setiap 6 bulan sekali atau serum anti-antraks dosis 50100 ml per ekor sapi. Pengobatan sulit dilakukan karena dapat menyebarkan penyakit kepada sapi yang lain. Karena itu, sapi yang terkena antraks harus segera dipotong dan dibakar atau dikubur dengan kedalaman lebih dari 2 m.
2. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Apthae epizootica (AE)
Penyakit ini disebabkan oleh virus Rhinovirus. Penularan dengan cepat melalui kontak langsung misalnya air kencing, air susu, air liur, dan benda lain yang tercemar kuman AE. Penyakit PMK tidak dapat menular kepada manusia.
Gejala PMK terlihat dari melepuhnya rongga mulut, lidah, dan telapak kaki (tracak), disertai adanya tonjolan bulat berisi cairan bening; sapi mengalami demam atau panas, selanjutnya suhu badan menurun drastic; nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali; serta keluar air liur secara berlebihan.
Pencegahan PMK dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta memberikan vaksinasi secara rutin setiap 6 bulan sekali. Sapi yang terserang harus diisolasi, sedangkan sapi yang mati harus segera dikubur atau dibakar.
3. Penyakit Ngorok (Mendengkur) atau Penyakit Septichaema Epizootica (SE)
Penyakit ngorok adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan sapi yang berusia muda (umur 6-24 bulan). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri PastureIla multocida. Bakteri ini biasanya menyerang sapi yang baru mengalami perjalanan jauh. Penularan penyakit terjadi melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
Gejala penyakit ditandai dengan membengkaknya kulit kepala dan selaput lendir lidah disertai warna merah dan kebiruan; membengkaknya leher, anus, dan vulva; paru-paru meradang; selaput lendir usus dan perut masam serta berwarna merah tua; serta sapi mengalami demam dan sulit bernapas sehingga terdengar mengorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.
Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan memberikan vaksinasi anti-SE, setiap 6 bulan sekali. Sementara pengobatannya dapat dilakukan dengan memberikan antibiotika atau sulfa.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit antraks tergolong berbahaya dan mematikan. Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung sentuhan kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Penyakit ini bisa menyerang semua sapi dari berbagai tingkatan umur dan bisa menular kepada manusia.
Serangan antraks ditandai dengan demam tinggi; badan lemah dan gemetar; pernapasan terganggu; terjadi pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin; badan dipenuhi bisul; keluar darah berwarna merah kehitaman melalui hidung,telinga, mulut, anus, dan vagina; kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; serta limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
Pencegahan penyakit dilakukan dengan memberikan vaksin spora (Max Sterne) dosis 1 ml setiap 6 bulan sekali atau serum anti-antraks dosis 50100 ml per ekor sapi. Pengobatan sulit dilakukan karena dapat menyebarkan penyakit kepada sapi yang lain. Karena itu, sapi yang terkena antraks harus segera dipotong dan dibakar atau dikubur dengan kedalaman lebih dari 2 m.
2. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Apthae epizootica (AE)
Penyakit ini disebabkan oleh virus Rhinovirus. Penularan dengan cepat melalui kontak langsung misalnya air kencing, air susu, air liur, dan benda lain yang tercemar kuman AE. Penyakit PMK tidak dapat menular kepada manusia.
Gejala PMK terlihat dari melepuhnya rongga mulut, lidah, dan telapak kaki (tracak), disertai adanya tonjolan bulat berisi cairan bening; sapi mengalami demam atau panas, selanjutnya suhu badan menurun drastic; nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali; serta keluar air liur secara berlebihan.
Pencegahan PMK dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta memberikan vaksinasi secara rutin setiap 6 bulan sekali. Sapi yang terserang harus diisolasi, sedangkan sapi yang mati harus segera dikubur atau dibakar.
3. Penyakit Ngorok (Mendengkur) atau Penyakit Septichaema Epizootica (SE)
Penyakit ngorok adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan sapi yang berusia muda (umur 6-24 bulan). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri PastureIla multocida. Bakteri ini biasanya menyerang sapi yang baru mengalami perjalanan jauh. Penularan penyakit terjadi melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
Gejala penyakit ditandai dengan membengkaknya kulit kepala dan selaput lendir lidah disertai warna merah dan kebiruan; membengkaknya leher, anus, dan vulva; paru-paru meradang; selaput lendir usus dan perut masam serta berwarna merah tua; serta sapi mengalami demam dan sulit bernapas sehingga terdengar mengorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.
Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan memberikan vaksinasi anti-SE, setiap 6 bulan sekali. Sementara pengobatannya dapat dilakukan dengan memberikan antibiotika atau sulfa.
ransum ayam
pemberian ransum pada ayam broiler
- Untuk para peternak pemula, langkah menyusun sendiri ransum untuk ayam broiler yang dipeliharanya sama sekali tidak dianjurkan, apalagi bila mana sama sekali tidak memiliki dasar-dasar pengetahuan mengenai bahan makanan ternak. Langkah paling ideal adalah membeli pakan jadi produksi pabrikan yang sudah terbukti kualitasnya.
- Untuk menghemat pakan, pemberian pakan tidak perlu sampai meluap dari wadahnya, atau usahakan tidak melebihi separo dari ketinggian wadahnya sehingga tidak banyak yang tumpah atau tercecer di luar wadahnya.
- Sebelum ransum diberikan, tempat pakan harus dicuci bersihdan dikeringkan dahulu agar pakan tidak tercampur dengan air.
- Pemberian ransum pada awal hari harus dilakukan pagi-pagi benar karena nafsu makan ayam broiler di waktu pagi sangat besar.
- Jatah pemberian ransum daam satu hari tidak boleh diberikan satu kali sekaligus, namun harus diatur agar bisa diberikan selama empat kali dalam sehari. Keuntungan pemberian makan seperti ini adalah menghemat ransum, mengurangi resiko kandang cepat kotor karena tumpahan makanan, menambah nafsu makan ayam karena diberikan dalam jumlah tertentu saja (tidak sekaligus) sehingga ayam lebih tertarik untuk makan, ayam tidak malas untuk minum, dan dengan sendirinya kontrol peternak terhadap kondisi ayam-ayamnya akan lebih sering dilakukan.
budidaya sapi potong
BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG DENGAN NUTRISI
I. Pendahuluan.
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional
dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi
jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan
mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya
modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas
dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk
skala usaha besar maupun kecil.teknik memerah susu sapi
Memerah susu sapi dengan tangan mungkin terlihat mudah, tetapi
benar-benar membutuhkan salah satu dari tiga teknik yang ada. Jika Anda
mengunjungi peternakan dengan anak Anda, mengajarkannya cara memerah
sapi bisa menjadi hal yang bagus bagi mereka untuk mengetahui proses
pembuatan susu.
Persiapan
Anda perlu mempersiapkan diri sendiri dan si sapi yang akan
diperah. Cuci tangan yang bersih dengan sabun dan air, cucilah puting
sapi dengan air biasa sebelum mulai memerah. Selalu gunakan bangku atau
ember terbalik untuk Anda duduk agar mengurangi ketegangan pada lutut
dan punggung.
Memerah dengan satu tangan
Mungkin yang paling dikenal dari tiga teknik pemerahan adalah
memerah dengan satu tangan penuh. Untuk menggunakan teknik ini, letakkan
jari Anda di belakang puting sapi membentuk huruf C (buat gerakan
seperti menggulung) dengan ibu jari dan telunjuk. Pegang puting sapi dan
kencangkan seluruh jari Anda. Peras pelan-pelan dan tarik ke bawah
dengan lembut supaya air susu turun. Balik ke posisi semula dan ulangi
proses sampai sapi berhenti mengeluarkan susu.
Menggunakan ibu jari
Salah satu variasi dari cara memerah dengan satu tangan, yaitu
menggunakan ibu jari tangan agar memberikan tekanan tambahan pada puting
untuk membantu menarik susu keluar. Lingkarkan empat jari Anda pada
puting sapi seperti cara memerah dengan tangan penuh. Selipkan ibu jari
Anda diantara puting dan telapak tangan. Peras puting dengan lembut dan
gerakkan tangan ke bawah supaya susu cepat keluar.
Menariknya ke bawah
Lingkari puting dengan ibu jari dan telunjuk, sekali lagi mirip
dengan teknik satu tangan. Biarkan tangan terbuka dan puting hanya
disentuh oleh ibu jari dan telunjuk. Tarik puting ke bawah dengan lembut
saat menekannya untuk menarik susu keluar, geser tangan Anda
perlahan-lahan mengelilingi puting ke arah bawah. Lepaskan remasan dan
posisikan tangan di pangkal puting lagi untuk ulangi gerakan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)